Jumat, 30 Maret 2012

BIRDS

Aku mendengar cerita ini dari seseorang, namun sebelum aku mendengarnya, aku sempat membaca cerita yang  tidak jauh berbeda di sebuah majalah. Pun cerita ini sangat menarik dan memiliki hubungan dengan keadaan "Kita" saat ini. 


Ada sebuah "kerajaan" yang makmur dan subur, dengan keindahan alam, termasuk didalamnya faunanya. Di kerajaan ini terdapat banyak sekali jenis burung yang indah yang memberikan suara merdu nya ketika pagi. 

Suatu hari ada "tamu" dari "Negara" antah berantah yang mengunjungi kerajaan ini. Tamu ini ingin mengadakan kerjasama kepada kerajaan ini. Setelah beberapa lama tinggal di kerajaan, sang tamu yang sebenarnya adalah utusan dari Negeri seberang mengumumkan kepad para Warga kerajaan bahwa sang Raja dari Negeri seberang ingin membeli Burung-burung yang ada di Kerajaan ini, 1 burung dihargai 5000. Begitulah singkat pengumumannya. Tanpa pikir panjang, masayarakat pun berbondong-bondong memburu burung-burung di desa, hingga masuk ke hutan dan menjual burung-burung ke sang delegasi kerajaan seberang dan meninggalkan pekerjaan / mata pencaharian mereka selama ini.

Makin hari makin tak terdengar lagi suara kicauan burung di negeri ini karena sudah seluruh burung dijual ke sang utusan negeri seberang. Lalu sang utusan negeri seberang pun mengumumkan kembali kepada masyarakat bahwa Sang Raja di Negeri seberang masih menginginkan burung-burung itu, dan barang siapa yang mampu menangkap burung, maka akan dihargai 20.000 karena makin langkanya burung. Masayrakat yang kehabisan burung dan telah meninggalkan mata pencahariannya yang dahulu pun kebingungan. Sang delegasi memberi saran kepada mereka bahwa "Kami" sang delegasi dapat membantu kalian, kami akan menjual burung-burung kami kepada kalian dengan harga 15.000, nah, setelah itu kalian bisa menjual burung-burung itu kembali kepada Raja kami dengan harga 20.000. Begitulah saran sang Utusan.

Tanpa pikir panjang lagi, masyarakat yang kebingunganpun menyetujui hal tersebut, dan sang utusan pun menjuak burung-burung hasil tangkapan mereka dengan harga 15.000. Setelah semua burung tersebut dijual kepada masyarakat, mereka sang utusan pergi tanpa jejak dengan membawa uang hasil penjualan burung, sang di dapat dari mesyarakat dengan harga 5.000 dan dijual kembali kepada mereka dengan harga 15.000.
Begitulah singkat ceritanya, Mungkin sedikit berantakan bahasa yang aku gunakan, semoga saja hal ini bermanfaat bagi semuanya. Thanks.

1 komentar:

  1. siph gan
    mampir di tempat ane juga ya
    http://michaellandresteven96.blogspot.com/

    BalasHapus