Sabtu, 18 Desember 2010

HARTA KARUN MENTAWAI


Pasca musibah tsunami di Mentawai pada tanggal 26 oktober 2010 lalu, selain menyisakan banyak korban dan tragedi, serta kesedihan yang mendalam pada negeri ini, ternyata ada hikmah tersediri. selain guna menegur kita atas kekhilafan dan kesalahan kita seloama ini ternyata Allah SWT menunjukkan kekuasaannya serta menurunkan sesuatu yang tidak pernah kita duga.

Mentawai Pasca tsunami
Dikutip dari harian kompas
dan berbagai sumber lain, pasca musibah tersebut, seorang nelayan yang sedang melayan di pantai tersebut menemukan sesuatu yang sangat menakjubkan. Ia menemukan sebuah kapal di perairan tersebut. Kapal itu berisi pot keramik, kalung emas dan rempah-rempah yang berharga.
 
"Kapal itu ditemukan nelayan yang tengah menyelam mencari ikan hias di perairan laut pesisir Pulau Sandiang, Kecamatan Pagai Selatan, mentawai," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar, Ir Yosmeri, Selasa (14/12/2010).

Selama berabad-abad perairan Indonesia merupakan rute perdagangan utama yang menghubungkan Asia, Eropa serta Timur Tengah. Dalam kapal ditemukan sejumlah barang antik berupa keramik dan kendi-kendi kuno peninggalan Dinasti Sun China abad ke-12 sampai ke-14.Pot, kendi dan mangkuk yang ditemukan pekan lalu ini masih perlu diuji untuk menentukan asal dan usianya, kata Yosmeri. Namun, benda-benda itu mirip artefak abad ke-14 yang ditemukan di dalam kapal tenggelam China.

mentawai Pasca tsunami
Nelayan mengatakan mereka menemukan kapal kayu itu setelah melihat tiang kapal 6 kilometer dari pantai Pulau Pagai, tempat di mana tsunami menghamtam paling parah. Mereka menyelam ke dalam air dan kembali dengan membawa kendi dan beberapa pot yang ditemukan di lambung kapal. Menurut meraka, dalam lambung kapal masih terdapat banyak harta karun.Bangkai kapal dengan panjang 20 meter dan memiliki satu tiang utama yang masih utuh itu ditemukan nelayan pada kedalaman 18 meter di bawah permukaan laut.Diduga bangkai kapal itu sebelumnya tenggelam di dasar laut Samudra Hindia yang kemudian terseret gelombang tsunami ke perairan laut Pulau Pagai Selatan dan terdampar di bawah laut sekitar Pulau Sandiang.
Sisa Kapal
Mendapat laporan temuan bangkai kapal itu, DKP Sumbar telah memerintahkan DKP Kepulauan Mentawai melakukan pengamanan di sekitar laut tempat kapal itu ditemukan untuk menghindari aksi pencurian dari pihak-pihak lain. 

"Lokasi harus diamankan, karena sesuai ketentuan hukum, keberadaan kapal dan muatannya yang tenggelam di perairan laut Indonesia berada dalam penguasaan negara melalui Departemen Kelautan dan Perikanan RI," tegasnya. 

Kita harapkan tim Dirjen KP3K segera mengangkat bangkai kapal dan isinya, sesuai kewenangan pemerintah pusat terhadap keberadaan barang muatan kapal tenggelam, tambahnya.Yosmeri mengatakan, sesuai ketentuan barang muatan kapal tenggelam dikuasai negara dan bisa dilelang yang hasilnya masuk ke kas negara.

dikutip dari  Kompas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar